mwhiTlCDhthHJoVo910lbsjffCwCMBKvc9LkqUK1

Thank You 2020, 2021 Be Nice


Tahun baru 2021
NewYears



Tahun 2020 akan segera berakhir, kurang dari 30 jam dari sekarang saya menulis ini. Sebelum tahun ini berakhir, saya ingin menuliskan perjalanan saya di tahun ini. Banyak hal terjadi di tahun ini, hal baik dan hal buruk, namun apapun itu harus kita syukuri, Thank You 2020, 2021 Be Nice 😘



Banyak orang berpendapat bahwa tahun 2020 ini adalah tahun yang berat bagi seluruh masyarakat, tak hanya Indonesia namun dunia. Ya benar, covid-19 telah merubah tatanan kehidupan yang ada. Walau dunia sedang dalam kondisi yang berbeda, namun banyak cerita bahagia juga yang terselip diantaranya, begitu pula di hidup saya. Allah memang Maha Adil, selalu ada hikmah disetiap kejadian.



Covid-19 di tahun 2020



Awal tahun 2020 saya masih menjalani hidup seperti biasanya. Saya masih melakukan perjalanan antar kota antar provinsi bersama anak saya Andien, saya masih bebas berjalan-jalan kemana saja, ke tempat wisata, ke mall, mengikuti berbagai acara offline tanpa worry.



Semua itu berubah saat corona mulai masuk ke Indonesia. Kasus corona pertama kali ditemukan bulan Desember 2019 di Wuhan, China. Baru di bulan Januari mulai bermunculan kasus di luar China.



Kasus pertama yang terdeteksi adalah di Amerika Serikat yang diumumkan pada tanggal 21 Januari 2020, berlanjut kasus di Filipina pada tanggal 2 Februari 2020 dan kasus di Jepang pada tanggal 4 Februari 2020. Sampai saat itu kami di Indonesia masih bisa beraktifitas seperti biasa karena belum ada penyataan khusus dari pihak terkait.



Kasus pertama di Indonesia diawali dari sebuah acara dance party multinasional yang berlangsung di Jakarta. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan kasus positif covid-19 pertama di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020, pas di hari ulang tahun saya.



Saya yang awalnya santuy aja, merasa kaget dan takut. Covid-19 sudah masuk ke Jakarta, tidak menutup kemungkinan dia akan menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Yogyakarta, pikir saya waktu itu.



Pertengahan maret saya masih mengadakan sebuah event di salah satu hotel di Yogyakarta. Itu adalah event offline terakhir yang kami adakan di tahun 2020. Karena setelah itu pemerintah memberikan kebijakan untuk memberlakukan karantina wilayah.



Karantina wilayah, PSBB, lock down menjadi trending topic di berbagai media. Ini adalah upaya pemerintah untuk menghambat penyebaran covid-19 di Indonesia. Semakin hari semakin banyak kasus bermunculan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Yogyakarta dan Magelang, dua kota tempat domisili saya.



Stay At Home


Adalah sesuatu yang belum pernah terjadi di hidup saya selama ini, untuk tetap di rumah selama 3 bulan lebih. Namun di tahun 2020 ini saya alami.


Biasanya dalam seminggu saya bisa bolak-balik Yogya-Magelang berkali-kali, untuk pulang, acara keluarga, event ataupun keperluan lain. Namun di tahun ini saya tidak pulang dari pertengahan maret sampai bulan Juli. Bayangkan rasanya, rindu rumah, rindu keluarga, rindu teman-teman dan rindu segala aktifitas rutin saya.



Di tahun ini saya menjalani ibadah suci bulan Ramadhan di rumah, tidak ada buka bersama, tidak ada tarawih jamaah dan sholat Ied di masjid/lapangan. Bahkan saya tidak pulang di hari raya Idul Fitri.



Ya, ini pertama kali di hidup saya, tidak bisa berjumpa dengan orang tua dan keluarga saya di Hari Raya. Saya menikmati Idul Fitri hanya bertiga bersama suami dan anak saya, Andien. Saya bertahan begitu lama menahan rasa rindu, hingga saya memberanikan diri pulang di tanggal 31 Juli 2020, bertepatan dengan hari raya Idul Adha.



Dampak Covid-19


new normal era
Era new-normal



Jika kita melihat secara global, covid-19 ini memberi dampak yang luar biasa kepada seluruh aspek kehidupan, tidak hanya kesehatan.



Dalam lingkup kehidupan saya, saya mendengar berbagai cerita bagaimana dampak secara ekonomi pada teman-teman saya. Tidak sedikit dari mereka yang kehilangan omset penjualan, yang diberhentikan dari pekerjaan, hingga yang harus berganti mata pencahariannya.



Hal ini mengetuk hati saya untuk sedikit membantu mereka yang membutuhkan. Tidak banyak yang bisa saya lakukan, saya hanya mengajak teman-teman untuk berbagi rejeki untuk teman-teman yang terdampak.



Melalui dua komunitas yang saya admini, kami mengumpulkan sedikit dana untuk disalurkan ke rumah sakit untuk tenaga kesehatan dan disalurkan ke teman-teman yang terdampak.



Tidak pernah terbayang sebelumnya, jalan yang ramai, tempat rekreasi, tempat hiburan, mall, tempat kuliner, hotel, sekolah, kampus yamg biasanya penuh sesak oleh orang-orang bisa menjadi begitu sepi di saat covid-19 merebak.



Sekolah dan kampus ditutup, pembelajaran dilaksanakan secara online. Begitu pula dengan Andien, anak saya. Andien yang baru semangat berangkat ke Playdate Montessori nya seminggu 2 kali, terpaksa harus belajar dirumah.



Sering kali dia menanyakan, "Mama, kok Andien nggak berangkat sekolah? Nanti terlambat lho?".


Butuh sekitar 3-4 kali waktu itu saya menjelaskan kondisi yang sedang kami alami. Andien pun sedikit bisa mengerti, bahwa saat ini kami sedang menghindari covid-19.


Namun ada kalanya dia rindu dengan suasanya sekolah, rindu dengan teman-temannya dan rindu semua kegiatan yang biasanya kita lakukan.



"Mama, kok kita nggak pulang ke Jogja?"

"Mama, kok Andien nggak diajak ke Mall buat main-main?"

"Mama, kok Andien sama Mama nggak ke bioskop?"

"Mama, kok corona nya nggak ilang-ilang?".




Antara senang dan sedih mendengar pertanyaan-pertanyaan dari anak berusia 4 tahun ini. Saya senang karena dia menyadari bahwa memang ada sesuatu yang terjadi di kehidupan dia. Sedih karena belum bisa mewujudkan keinginan dia untuk bermain seperti biasanya.



Namun dunia ini sangatlah adil, selalu ada hikmah dari setiap kejadian, jika kita mau merenungkannya.



Hikmah yang saya rasakan antara lain adalah saya jadi mempunyai waktu lebih untuk anak saya Andien. Karena kami lebih banyak di rumah, kami menjadi sering bereksplorasi dan beraktifitas sebagai sarana dia belajar.



Hal baik lainnya adalah saya dapat menyelesaikan beberapa tugas dengan lebih fokus dan lebih cepat, yaitu certification course babywearing.



Selain itu saya juga bisa kembali mengelola blog saya yang telah lama saya tinggalkan karena kesibukan aktifitas diluar.



My December


Bulan desember biasanya menjadi bulan favorit saya. Saya selalu bersemangat saat memasuki bulan Desember, karena orang-orang tercinta saya berulang tahun di bulan ini.



Mamak saya berulang tahun di tanggal 31 Desember dan suami saya tanggal 30 Desember. Betapa desember adalah bulan yang selalu saya tunggu setiap tahun, untuk merayakan hari kelahiran orang-orang yang berjasa dalam kehidupan saya.



Namun tahun ini terasa berbeda. Setelah bertahan sekian lama, akhirnya saya tumbang juga, hehe. Saya harus beristirahat sejenak, saat virus ini ternyata telah bersarang di tubuh saya.


Tahun 2020 ini harus saya tutup dengan sesuatu yang berbeda di bulan Desember. Namun hal itu tidak mengurangi rasa syukur saya atas apa yang telah saya alami di tahun ini.



Thank You 2020, Welcome 2021



Harapan di tahun 2021
New Hope



Tahun 2021 sudah di depan mata, hanya tinggal menghitung jam lagi. Tahun ini mungkin perayaan di berbagai tempat akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.



Pesta kembang api yang biasanya sangat ramai didatangi warga masyarakat, mungkin akan sepi di tahun ini atau malah mungkin tidak ada. Dikarenakan kasus covid-19 yang masih tinggi di daerah saya.



Banyak harapan saya di tahun 2021 yang mungkin juga menjadi harapan banyak orang diluar sana.
  • Saya berdoa semoga kasus covid-19 segera menurun dan berangsur hilang dari dunia.
  • Semoga perekonomian dunia segera membaik setelah terdampak covid-19.
  • Semoga segala hal baik terjadi di tahun 2021 dalam kehidupan saya dan semua orang.

Saya yakin Allah Maha Baik, Allah tidak akan memberikan ujian diluar kemampuan hambanya. Saya yakin segala kesulitan di tahun 2020 ini akan segera membaik di 2021.

Mari kita merenung di malam tahun baru ini, mensyukuri segala hal baik yang telah Allah berikan dan berdoa untuk segala hal baik di tahun depan. Thank you 2020, 2021 Be Nice 😘
Related Posts

Related Posts

2 comments

  1. Right ka, semua ada hikmahnya. Pun dengan pandemi ini.
    Semoga tahun depan lebih baik lagiπŸ€—

    ReplyDelete
  2. Semoga kita selalu berada dalam perlindungan Allah, Mbak.

    ReplyDelete
Terimakasih sudah berkenan mampir di halaman kami. Ditunggu celotehnya di kolom komentar, namun jangan tinggalkan link hidup ya :)